Mengenal Aplikasi Design Grafis



Daftar Isi: 

2. Pengertian Aplikasi Design Grafis Menurut Para Ahli

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam desain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. Desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art. 

Seperti jenis desain lainnya, desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (desain).
Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, pengolahan gambar, dan tata letak.

Desain grafis bermula dari berbagai produk statis noncetak seperti poster, borsur, majalah, dsb. Namun seiring perkembangan zaman, media non cetak juga menjadi media yang digelutinya. Seiring perkembangan zaman juga pengertian desain grafis semakin meluas dan sering digantikan oleh istilah lain yang lebih umum seperti: Grafis Komunikasi dan Desain Komunikasi Visual.

Desainer grafis bekerja dengan cara membuat dan mengkombinasikan simbol, gambar, dan teks untuk membentuk representasi gagasan dan pesan tertentu secara visual. Teknik-teknik yang diterapkan dalam membuat komposisi visual adalah seperti tipografi, seni rupa, dan tata letak halaman.

Desain grafis pada awalnya hanya diterapkan pada media-media statis seperti buku, majalah, dan brosur. Namun, sejalan dengan perkembangan teknologi, desain grafis juga diterapkan pada media elektronik. Desain grafis kemudian diterapkan menjadi desain yang mencakup pengolahan ruang.

Mengeksplorasi tujuan dan fungsi dari desain grafis juga dapat membawa pemahaman kita terhadap pengertian desain grafis dengan lebih baik. Desain grafis identik dengan penggunaan perangkat lunak pengolah grafis seperti Adobe Illustrator, Corel Draw dan Photoshop. Namun sebetulnya berbagai aplikasi itu hanyalah alat yang digunakan dalam melakukan proses perancangan.

Tugas utama seorang desainer grafis adalah menjadi pemecah masalah untuk kebutuhan komunikasi visual. Seorang desainer grafis bukanlah hanya seseorang yang mampu menggunakan perangkat lunak komputer grafis. Seorang desainer juga tidak hanya harus piawai dalam menggambar menggunakan pensil.

Hakikatnya seorang desainer grafis adalah seorang perancang, pencetus, dan penemu ide. Seorang desainer grafis memiliki tanggung jawab untuk mengubah komunikasi verbal menjadi komunikasi visual agar suatu pesan dapat diterima dengan lebih mudah diiringi estetika dan pencitraan yang lebih baik.

Pernyataan itu juga sejalan dengan asal-muasal kata “Desain” yang dipinjam dari bahasa inggris, yaitu: Design. Dalam Kamus Oxford, Design berarti rencana atau gambar yang dibuat untuk menunjukkan tampilan dan fungsi atau cara kerja bangunan, pakaian, atau benda lain sebelum dibuat.

Grafis sendiri berasal dari kata Graphic dalam bahasa inggris, yang berarti sesuatu yang berhubungan dengan seni rupa, termasuk gambar, ilustrasi, pahatan hingga ke kaligrafi. Kata Graphic berasal dari bahasa Yunani, yaitu: graphikos yang berarti menggambar atau menulis.


Pengertian Aplikasi Design Grafis Menurut Para Ahli

Berikut adalah bebrapa pengertian Desain Grafis menurut para ahli diantaranya sebagai berikut :

  • Suyanto, Desain grafis dapat didefinisikan sebagai aplikasi dari keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri (yang biasa disebut seni komersil).
  • Danton Sihombing, Desain Grafis adalah mempekerjakan berbagai elemen seperti marka, simbol, uraian verbal yang divisualisasikan lewat tipografi dan gambar, baik dengan teknik fotografi ataupun ilustrasi
  • Jessica Helfand, Desain Grafis adalah kombinasi yang kompleks antar teks dan gambar, angka dan grafik, foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seseorang yang bisa menggabungkan elemen-elemen tersebut, sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang unik, sangat berguna, mengejutkan atau subversif dan mudah diingat.
  • Preble & Sarah, Graphic Design atau Desain Grafis adalah suatu istilah penamaan yang mengacu pada latar dwimatra atau dua dimensi (2d) yang bervariasi baik format dan kompleksitasnya ( Preble, Duane and Sarah,1985:211).
  • Blanchard, Desain Grafis adalah suatu seni komunikatif yang berhubungan dengan industri, seni, dan proses dalam menghasilkan gambaran visual pada segala permukaan.
  • Warren, Desain Grafis adalah “Suatu terjemahan dari ide dan tempat kedalam beberapa jenis urutan struktural dan visual”.


Sejarah Design Grafis

Sejarah desain grafis tidak terlepas dari sejarah perkembangan seni rupa. Karena, karya komunikasi visual tertua yang pernah ditemukan adalah lukisan gua Lascaux di Prancis, yang diperkirakan berasal dari tahun 15.000-10.000 SM. Simbol-simbol yang berbentuk ideogram ini kemudian berkembang menjadi aksara seperti yang kita gunakan saat ini.

Sejarah desain grafis diklaim para ahli sudah dimulai sejak tulisan latin. Seiring berjalannya waktu, desain grafis berkembang mengikuti teknologi hingga mampu memberi wujud visual yang lebih canggih. Desain grafis sendiri merupakan cara berkomunikasi melalui bentuk visual (tulisan, bentuk, dan gambar) agar pesan yang dimaksud dapat dicerna orang lain. Seorang pakar semiotika, Sumbo Tinarbuko, menyebutkan bahwa desain grafis adalah ilmu yang mencari konsep komunikasi berdasarkan daya kreatifitasnya (Namuri Migotuwio, Desain Grafis: Kemarin, Kini, dan Nanti, 2020). 

Orang yang paling berpengaruh dalam pendidikan desain di Inggris adalah Henry Cole, ia berhasil meyakinkan tentang pentingnya desain melalui jurnal yang berjudul "Journal of Design and Manufactures". Dia menyelenggarakan The Great Exhibition sebagai perayaan atas munculnya teknologi industri modern dan desain bergaya Victoria.

Pengaplikasian komunikasi kreatif tersebut bisa melalui gambar atau ilustrasi, huruf atau tipografi, warna, komposisi, dan layout. Kini, jenis desain grafis terbagi menjadi beberapa klasifikasi dan dikerjakan oleh orang-orang yang ahli di bidang tersebut. Melansir artikel BBSDMP-Medan Kominfo, pekerja desain grafis disebut sebagai drafter (perancang arsitektur), editor (pembuat cover buku, sampul, dll.), art director (pembuat karya seni melalui komputer), animator (pembuat animasi), dan beberapa pekerjaan lainnya. 

Sejarah dan Perkembangan Desain Grafis 

Perkembangan desain grafis berjalan seiringan dengan berkembangnya teknologi, misal saat penemuan tulisan yang kemudian diikuti dengan penemuan mesin cetak. Berdasarkan catatan Eko Supriyadi dan Muslim Heri dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi (118), desain dan gaya huruf pertama kali dicetuskan ketika ada huruf latin. Peristiwa penciptaan huruf tersebut terjadi di zaman awal kejayaan Kerajaan Romawi. 

Alfabet tersebut bertambah seiring dengan meningkatnya kebutuhan akomodasi kata yang berasal dari bahasa Yunani. Kemudian, diikuti dengan pendirian perguruan tinggi Eropa yang memerlukan sumber berupa buku. Teknologi cetak instan yang saat itu belum ada memicu lahirnya penyalinan manual, bahkan hingga menciptakan huruf kecil dengan bentuk baru. Pada 1447, tokoh bernama Johannes Gutenberg berhasil menemukan mesin cetak yang dapat digerakkan dan memproduksi tulisan secara massal. 

Lalu, sejarah perkembangan desain grafis dilanjutkan melalui poin-poin berikut: 

1. The Great Exhibition (1851) 

Ketika Revolusi Industri, tepatnya pada Mei-Oktober 1851, diadakan pameran yang berusaha mengedepankan aspek budaya dengan teknologi industri dan desain. Kala itu, terdapat sebuah bangunan yang terdiri atas bahan besi dan kaca, didesain oleh Joseph Paxton. 

2. Toulouse-Lautrec (1892) 

Pada masa ini, Henri Touluse-Lautrec memberikan gambaran hidup manusia di Paris, Prancis. Ia menuangkannya melalui lukisan kehidupan sebagai bentuk simpatinya terhadap manusia. Berkat lukisannya, ia diklaim punya peran dalam peleburan industri dengan seni. 

3. Modernisme (1910) 

Pada masa modernisme, ada sebuah pernyataan “form follow function” yang dikemukakan oleh Louis Sullivan. Oleh karena itu, mesin yang sudah berkembang di masa modernisme diklaim dapat memberikan kejayaan di masa depan. Hubungannya dengan desain grafis, saat itu mesin yang menyajikan informasi tanpa desain, akan dirasa tidak estetik. 

4. Dadaisme (1916) 

Konsep ini bergerak di bidang seni desain dan kesusasteraan. Pada masa Dadaisme, ada sebuah gagasan mengenai arah untuk menuju sebuah keseragaman desain. Secara tidak langsung, keindahan yang biasa dibuat oleh kreatifitas bisa saja menghilang. 

5. De Stilj (1916)

Di tahun yang sama, Theo Van Doesburg, melihat adanya perkembangan seni dan desain melalui sebuah majalah dengan nama serupa. Setidaknya, ia menyebutkan adanya bentuk segi-empat kuat, penggunaan warna-warna dasar, dan komosisinya asimetris. 

6. Konstruktivisme (1918)

Berkembang sejak 1918, pada 1920 terjadi sebuah penandaan perkembangan seni modern, yakni berlokasi di Moscow. Sejarah ini mempelopori sebuah pandangan modern, yakni digunakannya huruf sans-serif (warna merah dan hitam) serta pengaturannya ada di blok asimetris. 

7. Bauhaus (1919) 

Sebenarnya, Bauhaus adalah bangunan yang dibuka mulai 1919 hingga tutup di tahun 1933. Namun, bangunan yang dirancang Walter Gropius ini punya keunikan karena mengutamakan fungsi dibanding estetikanya. 

8. Gill Sans (1928-1930)

Eric Gill, seorang tipografer, mempelajari cara memperhalus huruf bertipe underground untuk dimasukkan dalam jenis Gill Sans. Hasilnya, Gill sans memiliki bentuk proporsi klasik dan karakteristik geometris. 

9. Harry Beck (1931) 

Harry Beck berhasil menciptakan desain grafis berupa peta bawah tanah London. Tujuan ia mendesain adalah memenuhi kebutuhan penggunanya informasi cara berpindah dari satu stasiun ke stasiun lain yang letaknya ada di bawah tanah. 

10. Gaya Internasional (1950) 

Internasional yang dimaksud adalah adanya gaya yang punya fungsi universal. Gaya ini dikenal juga sebagai Swiss Style yang akhirnya memberikan sedikit dekorasi, jenis huruf sans serif, dan bagaimana tipografinya. Semuanya, didesain untuk kebutuhan bersama, bukan individu. 

11. Helvetica (1951) 

Nama di atas adalah jenis huruf yang diciptakan Max Miedinger, perancang asal Swiss. Sebenarnya, pada 1951 nama tipe huruf ini adalah Hass Grostesk, kemudan baru diubah menjadi Helvetica pada 1960. Kini, jenis huruf ini diklaim sebagai salah satu yang paling terkenal di dunia. 

12. Pop Art atau Seni Pop (1960) 

Musik, seni, desain, dan literatur kian berkembang dan mudah diakses seiring perkembangan teknologi yang ada. Gaya pop art pada akhirnya berkembang untuk melawan karya abstrak. 

13. Émigré (1984) 

Pada 1984, ada majalah desain grafis Amerika yang bernama Émigré. Majalah tersebut adalah produk perdana yang meluncurkan publikasinya melalui komputer bermerek Macintosh. Hal ini berpengaruh terhadap rancangan desain grafis, yakni mulai pindah menggunakan teknologi desktop.

Perkembangan industri desain grafis tumbuh seiring dengan perkembangan konsumerisme. Hal ini menimbulkan kritik dari berbagai komunitas desain yang tertuang dalam First Things First manifesto yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1964 dan diterbitkan kembali pada tahun 1999 di majalah Émigré. Konsumerisme terus tumbuh, sehingga terus memacu pertumbuhan ilmu desain grafis. Hal ini menarik para praktisi desain grafis, beberapa diantaranya adalah: Rudy VanderLans, Erik Spiekermann, Ellen Lupton and Rick Poynor.




Tunggu Apalagi? Konsultasikan segera kebutuhan digitalisasi anda bersama www.wansolution.co.id 

KONSULTASI GRATIS 

(Admin)

0882-9037-8482 Cs1
0857-7612-5559 Cs2
0858-9165-8512 Cs3

Alamat Kantor:

CQCH+VMQ, Jl. Terapi Raya, RT.03/RW.19, Menteng, Kec. Bogor Bar., Kota Bogor, Jawa Barat 16111 


Komentar